Sabtu 04 November 2024, Mahasiswa Program Studi Bisnis Digital dan Sistem Informasi Institut Banten melakukan observasi di salahsatu unit bisnis yang dimiliki oleh Yayasan Lingkar Banten yaitu budidaya Ikan lele dan Nila yang berlokasi di Kecamatan Baros Kab. Serang. pada kegiatan ini mahasiswa di bimbing oleh Dosen Institut Banten yaitu Bapak Rizki Adha dan Bapak Muhammad Mudzakir, mahasiswa dikenalkan dengan kegiatan pembudidayaan ikan lele dan Ikan Nila menggunakan metode Bioflok.

Observasi mahasiswa Institut Banten

Observasi mahasiswa Institut Banten

mahasiswa di bimbing untuk melakukan digitalisasi pada bisnis tersebut, pengelola budidaya ikan menyampaikan beberapa permasalahan diantaranya “beberapa bulan lalu banyak benih ikan lele mati, dikarenakan kualitas air dan perubahan cuaca, serta pemasaran yang agak sulit saat waktu panen telah tiba”, dari keterangan tersebut menjadi tantangan bagi para mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang didapat di kelas dan menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada dengan pemenfaatan Teknologi Informasi.

setelah melakukan observasi mahasiswa diminta untuk menyampaikan ide untuk menyelesaikan masalah-masalah diatas, Hayubi salahsatu mahasiswa FTI mengemukakan bahwa “Kematian ikan yang disebabkan karena penurunan kualitas air dan perubahan cuaca dapat di cegah dan di antisipasi kalau kita tahu faktor-faktor dan kapan perurubahan kualitas air itu terjadi, salahsatunya dengan menggunakan alat / sistem monitoring Kualitas Air berbasis IoT, dimana alat ini dapat memonitoring kualitas air secara berkala, sehingga ketika diketahui kualitas air tidak sesuai dengan standar maka bisa mengantisipasi dengan menganti air atau menambah kadar oksigen pada air dengan airator.  Sakiban salahsatu mahasiswa Bisnis Digital menyampaikan bahwa permasalahan pemasaran ikan yang ada di usaha budidaya ini belum terlalu banyak, sehingga mungkin dapat di jual langsung ke pengguna akhir, atau bisnis-bisnis olahan lele dan Nila di sekitar Serang di bantu dengan menggunakan Teknologi Informasi. dan juga ada beberapa mahasiswa yang memberikan ide lainnya.

Dari bebera ide tersebut akan di kembangkn dan di teliti apakah dapat menyelesaikan permaslahan-permasalahan di lapangan. Dosen FTI Bapak Rizki Adha mengatakan bahawa “Ide-ide yang sampaikan oleh mahasiswa akan dikembangkan dan diuji apakah dapat menjawab permasalahan yang ada, sehingga dapat meningkatkan produktifitas budidaya dan pemasaran hasil budidaya.”