Libur Kuliah?, Isi waktu dengan Kegiatan Produktif dengan mengumpulkan Poin SKPI

Libur Kuliah?, Isi waktu dengan Kegiatan Produktif dengan mengumpulkan Poin SKPI

Dengan berakhirnya Ujian Akhir semester genap Tahun akademik 2023/2024 di minggu ini, berakhir pula kegiatan perkuliahan di semester ini, Liburan semester sering kali dianggap sebagai waktu untuk bersantai dan melepas penat setelah mengikuti kegiatan akademik yang padat. Namun, liburan semester juga dapat dimanfaatkan untuk melakukan berbagai kegiatan produktif yang dapat memberikan nilai tambah bagi diri sendiri ataupun lingkungan, salahsatunya dengan “berburu point SKPI”. Berikut ini adalah beberapa contoh  kegiatan produktif yang bisa dilakukan saat liburan semester untuk berburu Point SKPI.

Buat kamu yang belum tahu SKPI baca silakan untuk baca dulu Klik disini

  1. Mengikuti Kompetisi /lomba
    Liburan semester merupakan waktu yang tepat bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi minat dan bakat mereka di luar kegiatan akademik rutin. Salah satu cara produktif untuk mengisi liburan adalah dengan mengikuti berbagai kegiatan lomba. Kegiatan ini tidak hanya memberikan tantangan baru, tetapi juga memungkinkan mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan, memperluas jaringan, dan meraih prestasi, mengikuti kompetisi/lomba dapat meningkatkan pont SKPI Loh, silakan cek berapa pont nya klik disini
  2. Ikut Penelitian bersama dosen
    bagi mahasiswa yang ingin memanfaatkan waktu liburan dengan produktif, mengikuti penelitian bersama dosen bisa menjadi pilihan yang sangat berharga. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman berharga di bidang akademik tetapi juga membuka peluang untuk pengembangan diri dan karir.
  3. Mengikuti Kegitan Ilmiah (Seminar, Workshop, Konferensi, Lokakarya, Disksusi)
    mengikuti berbagai kegiatan ilmiah seperti seminar, workshop, konferensi, lokakarya, dan diskusi bisa menjadi pilihan yang sangat bermanfaat. Kegiatan ilmiah tidak hanya memberikan pengetahuan baru tetapi juga membuka peluang untuk jaringan profesional dan pengembangan diri.
  4. Mengikuti Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat
    Liburan semester memberikan kesempatan emas bagi mahasiswa untuk beristirahat dari kegiatan akademik yang padat. Namun, ini juga merupakan waktu yang sangat baik untuk terlibat dalam kegiatan yang memberikan manfaat lebih luas, salah satunya adalah mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya memberikan kontribusi positif kepada masyarakat tetapi juga membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan dan pengalaman yang berharga.
  5. Membuat kegiatan Pertunjukan/Pameran/Konser sesuai bidang keilmuan
    Salah satu cara produktif dan menyenangkan untuk mengisi waktu liburan adalah dengan mengadakan kegiatan pertunjukan, pameran, atau konser yang sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing. Kegiatan semacam ini tidak hanya memberikan kesempatan untuk berbagi pengetahuan dan keterampilan dengan masyarakat, tetapi juga membantu mengembangkan berbagai keterampilan lain yang berguna di masa depan.

Dengan memanfaatkan liburan semester untuk melakukan kegiatan-kegiatan produktif, mahasiswa Institut Banten tidak hanya dapat mengisi waktu luang dengan hal-hal yang bermanfaat, tetapi juga mempersiapkan diri dengan lebih baik untuk menghadapi tantangan di masa mendatang. Selamat menikmati liburan semester dengan cara yang produktif!

Mengikuti Kompetisi atau Lomba: Cara Produktif Mengisi Liburan Semester

Mengikuti Kompetisi atau Lomba: Cara Produktif Mengisi Liburan Semester

Liburan semester merupakan waktu yang berharga bagi mahasiswa untuk beristirahat sejenak dari rutinitas perkuliahan yang padat. Namun, selain beristirahat, liburan ini juga dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan diri melalui berbagai kegiatan produktif. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengikuti kompetisi atau lomba. Institut Banten menyediakan berbagai peluang bagi mahasiswanya untuk berpartisipasi dalam berbagai kompetisi yang dapat memperkaya pengalaman dan meningkatkan keterampilan. Berikut beberapa manfaat dan tips dalam mengikuti kompetisi atau lomba selama liburan semester.

Manfaat Mengikuti Kompetisi atau Lomba

  1. Mengasah Kemampuan dan Keterampilan: Kompetisi atau lomba sering kali menuntut peserta untuk menguasai keterampilan tertentu atau memperdalam pengetahuan di bidang tertentu. Dengan berpartisipasi, mahasiswa dapat mengasah kemampuan mereka secara lebih intensif dan terfokus.
  2. Membangun Portofolio: Prestasi dalam kompetisi dapat menjadi nilai tambah dalam portofolio mahasiswa. Ini sangat berguna saat melamar pekerjaan atau beasiswa di masa depan. Pengalaman ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki inisiatif dan kemampuan untuk berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi.
  3. Meningkatkan Jaringan dan Relasi: Kompetisi sering kali diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang dan institusi. Ini merupakan kesempatan yang baik untuk membangun jaringan dan relasi dengan sesama mahasiswa, profesional, dan para ahli di bidang terkait.
  4. Mengembangkan Soft Skills: Kompetisi tidak hanya menguji keterampilan teknis tetapi juga kemampuan dalam berkomunikasi, bekerja sama dalam tim, dan mengelola waktu. Soft skills ini sangat penting dalam dunia kerja dan kehidupan sehari-hari.
  5. Menumbuhkan Semangat Kompetitif dan Kreativitas: Berkompetisi dapat menumbuhkan semangat kompetitif yang sehat dan mendorong kreativitas dalam mencari solusi terbaik untuk suatu masalah. Ini juga dapat meningkatkan motivasi diri untuk terus belajar dan berkembang.

Tips Mengikuti Kompetisi atau Lomba

  1. Pilih Kompetisi yang Sesuai dengan Minat dan Keahlian: Pastikan kompetisi yang diikuti sesuai dengan minat dan keahlian yang dimiliki. Ini akan membuat persiapan dan partisipasi menjadi lebih menyenangkan dan bermakna.
  2. Persiapkan Diri dengan Baik: Persiapan yang matang adalah kunci sukses dalam mengikuti kompetisi. Pelajari aturan kompetisi, kriteria penilaian, dan materi yang diperlukan. Latihan secara rutin dan mintalah bimbingan dari dosen atau mentor jika diperlukan.
  3. Kelola Waktu dengan Efektif: Buat jadwal yang teratur untuk persiapan kompetisi agar tidak mengganggu aktivitas lainnya. Manajemen waktu yang baik akan membantu mengurangi stres dan meningkatkan efektivitas belajar.
  4. Bekerja Sama dengan Tim: Jika kompetisi yang diikuti adalah kompetisi tim, pastikan untuk bekerja sama dengan baik dengan anggota tim lainnya. Komunikasi yang baik dan pembagian tugas yang jelas akan meningkatkan peluang sukses.
  5. Tetap Positif dan Belajar dari Pengalaman: Apapun hasilnya, tetap berpikir positif dan ambil pelajaran dari pengalaman tersebut. Setiap kompetisi adalah kesempatan untuk belajar dan berkembang.

Rekomendasi Kompetisi yang Bisa Diikuti

  1. Kompetisi Akademik: Seperti olimpiade sains, matematika, atau kompetisi debat.
  2. Kompetisi Teknologi dan Inovasi: Seperti hackathon, kompetisi robotik, atau lomba pengembangan aplikasi.
  3. Kompetisi Seni dan Kreativitas: Seperti lomba desain grafis, fotografi, atau menulis.
  4. Kompetisi Olahraga: Seperti turnamen basket, sepak bola, atau e-sports.
  5. Kompetisi Bisnis dan Kewirausahaan: Seperti lomba business plan atau kompetisi startup.

Mengisi liburan semester dengan mengikuti kompetisi atau lomba tidak hanya produktif tetapi juga menyenangkan. Ini adalah kesempatan untuk mengembangkan diri, berprestasi, dan membangun jaringan yang luas. Institut Banten mendukung penuh mahasiswa dalam mengejar prestasi dan terus berkembang. Selamat mencoba dan semoga sukses!

Satgas PPKS Institut Banten melakukan sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual

Satgas PPKS Institut Banten melakukan sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual

Sabtu, 15 Juni 2024 Satgas PPKS Institut Banten melakukan sosialisasi ke mahasiswa dan civitas akademik. Hal tersebut dilakukan dalam upaya langkah preventif agar tidak terjadi KS atau Kekerasan Seksual di kampus serta memberikan edukasi kepada mahasiswa prilaku sederhana yang berpotensi ke Kekerasan Seksual. Sesuai Undang-undang nomor 12 tahun 2022 tentang TPKS (Tindak Pidana Kekerasan Seksual) dan Permendikbud nomor 30 tahun 2021 tentang PPKS terjadinya Kekerasan Seksual umumnya terjadi pada orang dekat dan seseorang yang memiliki kekuasaan sehingga menyahgunakan kekuasaan tersebut atau biasa disebut abuse of fower.

Satgas PPKS Institut Banten melakukan sosialisasi

Tim Satgas PPKS Kampus Institut Teknologi dan Bisnis Banten akan membuka ruang untuk membuka ruang layanan pengaduan, agar korban Kekerasan Seksual bisa menyampaikan ke kami. Hal sederhana yang berpotensi Kekerasan Seksual seperti menyentuh anggota badan, menatap mata perempuan yangvtidak wajar, bersiul saat perempuan lewat. Ketiga contoh tersebut jika korban merasa tidak nyaman dengan perilaku tersebut bisa dikatagorikan Kekerasan Seksual.

Oleh karena itu jangan takut,jangan malu. Sampaikan ke kami jika melihat apalagi pernah menjadi korban.
Kedepan rencananya satgas PPKS akan diberikan tempat khusus oleh rektor agar bisa menyampaikan jika terjadi Kekerasan Seksual.
Kami akan menjamin kerahasiaan bagi yang memberikan informasi kepada kita.

Tingkatkan Akselerasi Skill Coding, Mahasiswa Prodi Informatika Institut Banten buat komunitas “Belajar Ngding Bareng” (BNB)

Tingkatkan Akselerasi Skill Coding, Mahasiswa Prodi Informatika Institut Banten buat komunitas “Belajar Ngding Bareng” (BNB)

5 Juni 2024, sejumlah mahasiswa prodi Informatika Institut Banten buat komunitas “Belajar Ngding Bareng” (BNB), komunitas ini merupakan kelompok belajar bersama yang di inisiasi oleh mahasiswa informatika yang tidak mau disebutkan namanya dengan inisial AB (21) , Selain membahas terkait pembelajaran dan tugas perkuliahan, dalam kelompok belajar ini juga mahasiswa belajar pemrograman web, dan membahas studi kasus pembuatan berbagai aplikasi berbasis Web, mahasiswa melakukan belajar ngoding bareng minimal 3 minggu sekali secara daring ataupun luring.

kegiatan belajar ngoding bareng ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa prodi informatika, melainkan ada dari prodi lain yang ada di Institut Banten,  “kegiatan ini sangat terbuka bari mahasiswa Informatika/sistem informasi yang ini mempercepat akselerasi skill coding, yang penting siap dan komitmen untuk mengikuti setiap sesi pembelajaran online ataupun offline” pungkasnya AB (21) saat di wawancarai Media Kampus institut Banten.

Buat kamu karyawan yang mau Career Switch, Berikut Tips nya!

Buat kamu karyawan yang mau Career Switch, Berikut Tips nya!

Apa Itu Career Switch?

Career switch adalah proses ketika seseorang memutuskan untuk pindah dari satu bidang pekerjaan atau karir ke bidang pekerjaan atau karir yang berbeda. Proses ini bisa melibatkan perubahan industri, fungsi pekerjaan, atau keduanya. Karier switch sering kali dilakukan oleh individu yang merasa tidak puas dengan pekerjaan mereka saat ini, menginginkan tantangan baru, atau mencari peluang yang lebih baik untuk pengembangan diri dan kesejahteraan. Alasan-alasan ini bisa berasal dari berbagai faktor, seperti keinginan untuk mengejar passion, mencari keseimbangan kerja-hidup yang lebih baik, atau merespons perubahan dalam pasar kerja.

Proses karier switch tidak selalu mudah dan seringkali membutuhkan perencanaan yang matang serta komitmen yang tinggi. Individu mungkin perlu mendapatkan pendidikan atau pelatihan tambahan untuk memenuhi persyaratan di bidang yang baru. Mereka juga harus siap untuk menghadapi tantangan seperti penurunan gaji sementara, kurangnya pengalaman di bidang baru, dan perluasan jaringan profesional. Meskipun demikian, dengan strategi yang tepat dan dukungan yang memadai, karier switch bisa menjadi langkah yang sangat bermanfaat dan memuaskan.

Manfaat dari karier switch bisa sangat signifikan, termasuk peningkatan kepuasan kerja, kesempatan untuk pengembangan keterampilan baru, dan kemungkinan gaji yang lebih tinggi dalam jangka panjang. Selain itu, perubahan karir dapat memberikan perspektif baru dan membuka peluang untuk kontribusi yang lebih besar dalam bidang yang baru. Dengan meningkatnya fleksibilitas dan mobilitas dalam dunia kerja modern, semakin banyak individu yang melihat karier switch sebagai cara yang efektif untuk mencapai tujuan profesional dan pribadi mereka.

Alasan Career switch

Banyak alasan yang mendorong seseorang untuk melakukan career switch. Berikut beberapa alasan utama:

  1. Ketidakpuasan dengan Pekerjaan Saat Ini: Banyak individu yang merasa tidak puas dengan pekerjaan mereka saat ini karena berbagai alasan, seperti lingkungan kerja yang tidak mendukung, kurangnya peluang untuk berkembang, atau pekerjaan yang tidak sesuai dengan minat dan passion mereka. Ketidakpuasan ini bisa menyebabkan stres dan penurunan produktivitas, mendorong individu untuk mencari karir yang lebih memuaskan dan sesuai dengan nilai-nilai pribadi mereka.
  2. Perubahan dalam Pasar Kerja: Industri dan pasar kerja terus berubah seiring dengan perkembangan teknologi, globalisasi, dan perubahan ekonomi. Beberapa pekerjaan mungkin menjadi kurang relevan atau bahkan hilang sama sekali, sementara pekerjaan baru muncul. Individu yang menyadari tren ini mungkin melakukan career switch untuk tetap relevan dan meningkatkan prospek kerja mereka di masa depan. Perubahan ini bisa termasuk peralihan ke industri yang sedang berkembang atau mencari peran yang lebih aman dan stabil.
  3. Keinginan untuk Pertumbuhan dan Tantangan Baru: Banyak orang melakukan career switch karena mereka mencari tantangan baru dan kesempatan untuk belajar serta berkembang. Setelah beberapa tahun dalam satu bidang, seseorang mungkin merasa bahwa mereka telah mencapai puncak kemampuan mereka dan membutuhkan perubahan untuk tetap terinspirasi dan termotivasi. Mencoba bidang baru dapat memberikan pengalaman dan keterampilan baru yang bisa memperkaya karir dan kehidupan pribadi mereka.

Kelebihan dan Kekurangan Career Switch

Melakukan career switch memiliki berbagai kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan. Berikut adalah beberapa di antaranya:

Kelebihan Career Switch:

  1. Peningkatan Kepuasan Kerja: Mengganti karir ke bidang yang lebih sesuai dengan minat dan passion dapat meningkatkan kepuasan kerja secara signifikan. Ketika seseorang bekerja di bidang yang mereka cintai, mereka cenderung merasa lebih termotivasi dan bahagia.
  2. Peluang Pengembangan Diri: Career switch memberikan kesempatan untuk mempelajari keterampilan baru dan mengembangkan diri. Ini bisa membantu individu menjadi lebih beragam dalam keahlian dan pengetahuan mereka, yang dapat meningkatkan prospek kerja di masa depan.
  3. Peluang Gaji yang Lebih Tinggi: Dalam beberapa kasus, pindah ke karir baru bisa menawarkan gaji yang lebih tinggi dan peluang peningkatan pendapatan. Ini terutama berlaku jika bidang baru tersebut sedang berkembang pesat atau memiliki permintaan tinggi untuk tenaga kerja terampil.

Kekurangan Career Switch:

  1. Penurunan Pendapatan Sementara: Salah satu tantangan utama dari career switch adalah kemungkinan penurunan pendapatan sementara. Pindah ke bidang baru mungkin memerlukan waktu untuk mencapai tingkat keahlian dan pengalaman yang diakui, yang bisa mempengaruhi gaji awal.
  2. Kebutuhan untuk Pelatihan dan Pendidikan Tambahan: Career switch sering kali memerlukan pelatihan atau pendidikan tambahan, yang bisa membutuhkan waktu dan biaya. Individu harus siap untuk investasi ini, baik dalam hal uang maupun waktu.
  3. Ketidakpastian dan Risiko: Pindah ke karir baru bisa menjadi langkah yang penuh risiko dan ketidakpastian. Ada kemungkinan bahwa bidang baru tersebut mungkin tidak sesuai harapan atau mengalami perubahan yang tidak terduga. Hal ini bisa menyebabkan stres dan kebingungan.

Dengan mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan ini, individu yang ingin melakukan career switch perlu merencanakan dengan matang dan mengevaluasi semua faktor yang relevan untuk membuat keputusan yang terbaik bagi masa depan mereka.

Tips career switch

Melakukan career switch bisa menjadi langkah besar dan menantang, namun dengan perencanaan dan strategi yang tepat, proses ini bisa menjadi lebih lancar dan sukses. Berikut beberapa tips untuk melakukan career switch:

1. Kenali Alasan dan Tujuan Anda

  • Evaluasi Diri: Pertimbangkan mengapa Anda ingin melakukan career switch. Apakah Anda mencari kepuasan kerja yang lebih besar, gaji yang lebih tinggi, atau peluang pengembangan diri? Memahami motivasi Anda akan membantu Anda dalam proses perencanaan.
  • Tetapkan Tujuan yang Jelas: Tentukan apa yang ingin Anda capai dengan career switch ini. Tujuan yang jelas akan memberikan arah dan fokus pada upaya Anda.

2. Lakukan Penelitian Mendalam

  • Pelajari Industri Baru: Cari tahu sebanyak mungkin tentang bidang atau industri yang Anda minati. Pelajari tren pasar, prospek pekerjaan, dan persyaratan keterampilan.
  • Networking: Bicaralah dengan orang-orang yang bekerja di bidang yang Anda minati. Ini bisa memberikan wawasan berharga dan membantu Anda memahami apa yang diharapkan dalam industri tersebut.

3. Tingkatkan Keterampilan dan Pendidikan

  • Kuliah Jenjang D3/S1 :  Kulih merupakan salahsatu cara untuk meningkatkan jenjang pendidikan, selain itu kuliah juga dapat meningkatkan wawasan, pengetahuan, dan jaringan sehingga dapat membuka peluang-peluang baru buat kamu yang mau career switch, salahsatunya kuliah di Institut Banten yang terdapat jenjang akademik D3 dam S1 , mulai dari Prodi Informatika (S1), Sistem Informasi (S1), Bisnis Digital (S1), Akuntansi (D3), dan Keuangan dan Perbankan (D3).
  • Pelatihan dan Sertifikasi: Ikuti kursus atau pelatihan yang relevan untuk memperoleh keterampilan yang dibutuhkan di bidang baru. Sertifikasi profesional juga bisa meningkatkan kredibilitas Anda.
  • Pengalaman Kerja: Jika memungkinkan, cari peluang untuk mendapatkan pengalaman praktis di bidang baru, misalnya melalui magang, proyek freelance, atau pekerjaan paruh waktu.

4. Siapkan Resume dan Profil Profesional yang Baru

  • Update Resume: Sesuaikan resume Anda untuk menyoroti keterampilan yang relevan dengan bidang baru. Fokus pada kemampuan yang dapat diterapkan secara umum (transferable skills) dan pengalaman yang menunjukkan kesesuaian Anda dengan industri baru.
  • LinkedIn dan Portofolio: Perbarui profil LinkedIn dan, jika relevan, buat portofolio online yang menampilkan karya dan pencapaian Anda.

5. Manfaatkan Sumber Daya dan Dukungan

  • Mentor dan Konselor Karir: Pertimbangkan untuk mencari mentor atau bekerja dengan konselor karir yang bisa memberikan bimbingan dan saran berdasarkan pengalaman mereka.
  • Komunitas dan Grup Profesional: Bergabunglah dengan grup atau komunitas profesional di bidang baru untuk membangun jaringan dan mendapatkan dukungan.

6. Bersiaplah untuk Transisi

  • Rencana Keuangan: Persiapkan diri Anda secara finansial untuk kemungkinan penurunan pendapatan sementara. Miliki tabungan yang cukup untuk menutupi biaya hidup selama masa transisi.
  • Mental dan Emosional: Pindah karir bisa menantang secara mental dan emosional. Pastikan Anda memiliki dukungan dari keluarga dan teman-teman, dan jangan ragu untuk mencari bantuan profesional jika diperlukan.

Dengan mengikuti tips ini, Anda bisa lebih siap menghadapi tantangan dan memaksimalkan peluang sukses dalam melakukan career switch.